Angelina, Laurent Febryani (2025) Kinerja Alat Pengering Efek Rumah Kaca (ERK) Tipe Parabolik dan Penjemuran Sinar Matahari pada Kerupuk Ikan. Skripsi thesis, Universitas Tanjungpura.
|
Text (Cover-Bab I)
Cover-Bab1_C1061211028.pdf - Published Version Download (370kB) |
|
|
Text (C1061211028_ANGELINA LAURENT FEBRYANI)
C1061211028_ANGELINA LAURENT FEBRYANI.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Kerupuk adalah makanan kering dengan bahan utama pati yang mengalami pengembangan volume membentuk produk porous dan memiliki densitas rendah selama penggorengan. Kerupuk memerlukan pengeringan untuk mencapai kadar air tertentu yang berpengaruh terhadap kualitas dan keawetannya. Umumnya pengeringan dilakukan dengan penjemuran sinar matahari, tetapi metode tersebut membutuhkan waktu lama dan memiliki resiko kontaminasi. Alat pengering Efek Rumah Kaca (ERK) tipe parabolik menjadi alternatif untuk pengeringan bahan pangan dengan memanfaatkan sinar matahari. Prinsip alat pengering ERK adalah membuat bangunan dengan dinding dan atap dari bahan transparan sehingga iradiasi surya terperangkap di dalam bangunan dan meningkatkan suhu udara pengering. Penelitian dilakukan untuk membandingkan kinerja alat pengering ERK tipe parabolik dan penjemuran sinar matahari pada kerupuk ikan dengan 3 kali ulangan pengeringan. Parameter yang diuji meliputi suhu, kelembaban relatif, kecepatan aliran udara, kadar air dan laju pengeringan, waktu pengeringan, dan efisiensi pengeringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat pengering ERK tipe parabolik memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan penjemuran sinar matahari karena waktu pengeringan yang lebih rendah, serta suhu pengeringan, laju pengeringan, dan efisiensi total dan termal yang lebih tinggi. Suhu udara pengering ERK lebih tinggi yakni 37,9 oC dibandingkan penjemuran 35,5 oC. Pengering ERK memiliki kelembaban relatif 51,9% yang lebih tinggi dibandingkan penjemuran sebesar 45,3%. Kecepatan udara pengering ERK adalah 0,3 m/s sedangkan penjemuran sinar matahari sebesar 0,8 m/s. Laju pengeringan pada pengering ERK adalah 12,9 %bk/jam dan pada penjemuran lebih rendah yaitu 11,3 %bk/jam. Kedua metode pengeringan mampu mengeringkan kerupuk hingga mencapai kadar air 10,31% - 10,96% yang memenuhi SNI. Efisiensi total dan termal pengeringan lebih tinggi pada pengering ERK yakni 52,3% dan 18,2% dibandingkan penjemuran sebesar 15,4% dan 15,2%. Pengering ERK membutuhkan waktu pengeringan 3,5 jam, sedangkan penjemuran membutuhkan 4 – 4,5 jam.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||
| Subjects: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 660 Teknik kimia > 664 Teknologi pembuatan makanan | ||||||
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Ilmu dan Teknologi Pangan S1 | ||||||
| Depositing User: | Sri Yulihartini | ||||||
| Date Deposited: | 24 Apr 2026 03:18 | ||||||
| Last Modified: | 24 Apr 2026 03:18 | ||||||
| URI: | http://36.95.239.66/id/eprint/4906 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
