Parianto, Parianto (2025) Analisis Perbandingan Perencanaan Perkerasan Lentur (Flexible Pavement) Menggunakan Metode Aashto 1993 Dan Bina Marga : Studi Kasus Jalan Batas Sekayam/Sanggau - Rasau. Skripsi thesis, Universitas Tanjungpura.
|
Text (Cover-Bab I)
Cover-Bab1_D1011211092.pdf - Published Version Download (861kB) |
|
|
Text (D1011211092_PARIANTO)
D1011211092_PARIANTO.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Jalan raya pada umumnya merupakan prasarana yang menghubungkan satu wilayah ke wilayah lainnya. Jalan Batas Sekayam/Sanggau – Rasau merupakan salah satu bagian jalan nasional didaerah paralel perbatasan Indonesia yang kondisinya perlu diperhatikan. Khususnya pada STA 68+900 sampai STA 72+900 yang mengalami kerusakan akibat bertambahnya beban yang diterima. Maka dari itu diperlukan perancangan desain tebal perkerasan yang baik dan berkualitas untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan. Salah satu faktor dalam merancang tebal perkerasan lentur jalan baru adalah metode perhitungan. Pada penelitian ini perencanaan tebal perkerasan lentur dianalisis menggunakan metode AASHTO 1993, metode Bina Marga 2017, dan metode Bina Marga 2024. Data yang digunakan dalam analisis berupa data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini adalah data lalu-lintas harian rata-rata tahun 2024 yang diperoleh dari survei lansung dilapangan. Sedangkan data sekunder meliputi data CBR, data tebal lapis perkerasan jalan, dan data curah hujan. Data CBR dan data tebal lapis perkerasan jalan diperoleh dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Barat, sedangkan data curah hujan diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Data kemudian dianalisis dalam perhitungan untuk mendapatkan desain tebal perkerasan lentur (flexible pavemnt). Hasil perhitungan perencanaan perkerasan lentur pada Jalan Batas Sekayam/Sanggau – Rasau STA 68+900 sampai STA 72+900 menggunakan metode AASHTO 1993 dengan umur rencana 20 tahun dan pertumbuhan lalu lintas 3,5% untuk regional Kalimantan Barat diperoleh hasil tebal perkerasan lentur yaitu: AC-WC 5 cm, AC-BC 9 cm, AC Base 20 cm, lapis pondasi agregat kelas A 15 cm, lapis pondasi agregat B 19 cm, dan lapis pondasi agregat C 20 cm. Perhitungan menggunakan metode Bina Marga 2017 diperoleh tebal perkerasan lentur yaitu: AC-WC 4 cm, AC BC 6 cm, AC-Base 8 cm, lapis pondasi agregat kelas B 30 cm. Perhitungan menggunakan metode Bina Marga 2024 diperoleh tebal perkerasan lentur yaitu: HRS-WC 3 cm, HRS-Base 3,5 cm, lapis pondasi agregat kelas A 25 cm, lapisan pondasi agregat kelas C setebal 20 cm.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||
| Subjects: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 620 Ilmu teknik dan ilmu yang berkaitan > 625 Teknik jalan kereta api dan jalan raya | ||||||
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Sipil S1 | ||||||
| Depositing User: | Rudiarti Rudiarti | ||||||
| Date Deposited: | 12 May 2026 08:48 | ||||||
| Last Modified: | 12 May 2026 08:48 | ||||||
| URI: | http://36.95.239.66/id/eprint/5109 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
