Analisis Perlindungan Konsumen Dalam Perjanjian Jual Beli Album Dan Merchandise K-Pop Melalui Sistem Pre-Order : Studi Kasus Wonusliebe

Fitriana, Yulistianingsih (2025) Analisis Perlindungan Konsumen Dalam Perjanjian Jual Beli Album Dan Merchandise K-Pop Melalui Sistem Pre-Order : Studi Kasus Wonusliebe. Skripsi thesis, Universitas Tanjungpura.

[img] Text (Cover-Bab I)
Cover-Bab1_A1011211225.pdf - Published Version

Download (707kB)
[img] Text (A1011211225_FITRIANA YULISTIANINGSIH)
A1011211225_FITRIANA YULISTIANINGSIH.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Perkembangan sistem pre-order album K-Pop melalui platform digital menimbulkan permasalahan perlindungan konsumen, seperti yang terjadi pada kasus WONUSLIEBE dalam pre-order album SEVENTEEN-FML tahun 2023. Pelaku usaha gagal memenuhi kewajiban penyerahan barang setelah konsumen melakukan pembayaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Dalam Pembelian Album Dan Merchandise K-Pop Melalui Sistem Pre-Order di WONUSLIEBE?”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan konsumen dalam perjanjian jual beli album dan merchandise K-Pop melalui sistem pre-order di Wonusliebe berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta menganalisis akibat hukum wanprestasi dalam perjanjian pengembalian dana pre-order di Wonusliebe. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan sifat deskriptif-analitis. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan studi kasus, pendekatan perundang-undangan, dan pendekatan konseptual. Data yang digunakan berupa bahan hukum primer yang terdiri dari UUD 1945, KUHPerdata, UU No. 8 Tahun 1999, dan UU No. 11 Tahun 2008 beserta perubahannya, serta bahan hukum sekunder berupa literatur dan jurnal hukum. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan studi dokumen, dengan analisis data menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan konsumen dalam transaksi pre-order album dan merchandise K-Pop di Wonusliebe masih belum optimal. Meskipun telah ada kerangka hukum yang memadai, dalam praktiknya masih terjadi pelanggaran terhadap hak-hak konsumen berupa pelanggaran Pasal 4 huruf b dan c, Pasal 7 huruf a dan b, serta Pasal 8 ayat (1) huruf f UUPK. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara hukum ideal dan kenyataan di lapangan. Perlindungan hukum bagi konsumen dapat dilakukan melalui pendekatan preventif dan represif. Wanprestasi yang dilakukan oleh pelaku usaha Wonusliebe menimbulkan akibat hukum berupa kewajiban memberikan ganti rugi kepada konsumen, yang terdiri dari wanprestasi dalam perjanjian jual beli pre-order dan wanprestasi dalam perjanjian pengembalian dana. Penyelesaian sengketa diprioritaskan melalui jalur kekeluargaan dengan tetap membuka kemungkinan jalur pengadilan jika musyawarah gagal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNomor Induk Mahasiswa (NIM)Email
Fitriana, YulistianingsihNIMA1011211225UNSPECIFIED
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 346 Hukum privat, hukum perdata
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum S1
Depositing User: Sri Yulihartini
Date Deposited: 11 May 2026 07:46
Last Modified: 11 May 2026 07:46
URI: http://36.95.239.66/id/eprint/5058

Actions (login required)

View Item View Item