Alfrio, Vhreda Tamma (2025) Studi In Silico Dan In Vivo Anti Stunting Sediaan Granul Kombinasi Ekstrak Cincalok Dan Ekstrak Buah Tengkawang Tungkul (Shorea stenoptera Burck) Terhadap Parameter Albumin Dan Protein Total. Skripsi thesis, Universitas Tanjungpura.
|
Text (Cover-Bab I)
Cover-Bab1_I1021211037.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (I1021211037_ALFRIO VHREDA TAMMA)
I1021211037_ALFRIO VHREDA TAMMA.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Cincalok dan buah tengkawang tungkul berpotensi dikembangkan sebagai suplemen anti-stunting karena mengandung senyawa bermanfaat seperti omega 3, 6, dan 9. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi potensi ekstrak cincalok dan juga ekstrak buah tengkawang tungkul dalam bentuk granul sebagai suplemen anti-stunting. Metode uji in silico dilakukan secara molecular docking senyawa DHA, EPA, asam linoleat, asam arakidonat, asam oleat, dan astaxanthin pada cincalok dan buah tengkawang tungkul terhadap reseptor C-Met, IGF-1 dan Insulin. Formulasi granul kombinasi kedua ekstrak 300 mg dilakukan dengan variasi bahan pengisi avicel PH 102 : laktosa, sebanyak 20:80 (F1), 50:50 (F2), dan 80:20 (F3). Uji in vivo dilakukan selama 60 hari dengan menggunakan 7 kelompok hewan uji berupa kelompok normal, kelompok negatif (CMC-Na), kelompok positif (©Nutrimax Nutri Kids), kelompok ekstrak tunggal buah tengkawang 100 mg/kgbb, kelompok ekstrak tunggal cincalok 500 mg/kgbb, kelompok kombinasi ekstrak 600 mg/kgbb, dan granul kombinasi ekstrak 600 mg/kgbb. Hasil penelitian secara in silico menunjukan energi ikatan antara senyawa DHA, EPA, asam linoleat, asam arakidonat, asam oleat, dan astaxanthin terhadap reseptor C-Met, IGF-1 dan Insulin berturut-turut sebesar -8,31, -7,51, -6,68, -6.99, -6,74, dan +997.605,55 kkal/mol; - 5,04, -4,79, -3,94, -4,74, -3,89, dan +881.575,39 kkal/mol; -7,09, -6,31, -5,58, -5,64, -5,09, dan +839.582,34 kkal/mol. Diketahui senyawa DHA memiliki ikatan paling baik terhadap ketiga reseptor karena memiliki energi paling negatif dari keenam senyawa lainnya. Pada evaluasi granul, F1 merupakan formula optimum karena memiliki hasil evaluasi kadar lembab air, waktu alir, sudut diam, dan indeks kompresibilitas yang lebih optimal dari formula lain serta hanya tidak memenuhi standar pada evaluasi sudut diam. Secara in vivo, peningkatan terbesar berat badan ada pada kelompok kombinasi ekstrak sebesar 53% dan peningkatan kadar albumin serta protein total terbesar ada pada kelompok ekstrak buah tengkawang tungkul secara berturut-turut sebesar 39% dan 51%. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak tengkawang tungkul berpotensi menjadi sediaan suplemen anti-stunting.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||
| Subjects: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan > 615 Farmakologi dan terapi farmakologi | ||||||
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Farmasi S1 | ||||||
| Depositing User: | Rudiarti Rudiarti | ||||||
| Date Deposited: | 07 May 2026 04:22 | ||||||
| Last Modified: | 07 May 2026 04:22 | ||||||
| URI: | http://36.95.239.66/id/eprint/5044 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
