Pengaruh Fiber Kelapa Sawit dan Pupuk KNO3 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Labu Madu Pada Tanah Podsolik Merah Kuning

Maria, Elisabet Lala (2025) Pengaruh Fiber Kelapa Sawit dan Pupuk KNO3 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Labu Madu Pada Tanah Podsolik Merah Kuning. Skripsi thesis, Universitas Tanjungpura.

[img] Text (Cover-Bab I)
Cover-Bab1_C1012211070.pdf - Published Version

Download (220kB)
[img] Text (C1012211070_MARIA ELISABET LALA)
C1012211070_MARIA ELISABET LALA.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Labu madu merupakan tanaman hortikultura yang berasal dari Amerika Utara yang kaya akan nutrisi. Media yang dapat digunakan untuk budidaya tanaman labu madu adalah tanah Podsolik Merah Kuning. Perkembangan labu madu pada sektor pertanian dan permintaan pasar yang cukup tinggi, terutama di pasar domestik sebagai bahan makanan. Selain itu, produk olahan labu madu semakin diminati karena mengandung banyak manfaat bagi kesehatan. Tanaman labu madu belum banyak diusahakan di Indonesia maupun di Kalimantan Barat, tanaman ini masih diusahakan dalam skala kecil. Salah satu usaha untuk mengatasi rendahnya produktivitas labu madu dengan menambahkan bahan organik dan pupuk anorganik. Bahan organik memberikan nutrisi penting bagi tanaman, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas tanah dalam menahan air, dan menjadi sumber energi bagi mikroba tanah. Tujuan penggunaan bahan organik adalah untuk meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan produktivitas tanaman, dan mendukung kesehatan lingkungan. Pupuk anorganik, yang diproduksi melalui proses kimia, memberikan unsur hara dalam bentuk yang lebih mudah diserap oleh tanaman dibandingkan pupuk organik. Unsur hara ini penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman, seperti untuk pembentukan protein, klorofil, dan proses fotosintesis. Tujuan utama penggunaan pupuk anorganik adalah untuk menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman secara cepat dan mudah diserap. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Racana Untan Sepakat 2 Pontianak Tenggara kota Pontianak Kalimantan Barat, penelitian berlangsung dari tanggal 10 April 2025-28 Juni 2025. Rancangan Penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 3 taraf perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah faktor pertama yaitu Fiber Kelapa Sawit (F) terdiri dari 3 level dosis yaitu, f1 (10 ton/ha setara 468 g/tanaman), f2 (20 ton/ha setara 937 g/tanaman), f3 (30 ton/ha setara 1.406 g/tanaman). Faktor kedua yaitu KNO3 (K), k1 (150 kg/ha setara 7 g/tanaman), k2 (250 kg/ha setara dengan 12 g/tanaman) dan k3 (350 kg/ha setara dengan 16 g/tanaman). Variabel pengamatan yang diamati adalah volume akar, luas daun, berat kering tanaman, panjang buah, diameter buah, dan berat buat per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi fiber kelapa sawit dosis 10 ton/ha setara 468 g/tanaman dan pupuk KNO3 dosis 150 kg/ha setara 7 g/tanaman sudah dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil labu madu pada tanah PMK

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNomor Induk Mahasiswa (NIM)Email
Maria, Elisabet LalaNIMC1012211070UNSPECIFIED
Subjects: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 630 Pertanian > 635 Tanaman kebun (hortikultura)
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi S1
Depositing User: Sri Yulihartini
Date Deposited: 07 May 2026 04:39
Last Modified: 07 May 2026 04:39
URI: http://36.95.239.66/id/eprint/5019

Actions (login required)

View Item View Item