Dinawati, Dinawati (2025) Proses Sekuritisasi Penanganan Kasus Narkotika di Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia (Kalimantan Barat) Tahun 2020. Skripsi thesis, Universitas Tanjungpura.
|
Text (Cover-Bab I)
Cover-Bab1_E1111181002.pdf - Published Version Download (725kB) |
|
|
Text (E1111181002_DINAWATI)
E1111181002_DINAWATI.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan penjelasan terkait proses sekuritisasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) dan berbagai pihak dalam menangani kasus narkotika di perbatasan Indonesia-Malaysia khususnya yang terjadi di Kalimantan Barat pada tahun 2020. Indonesia sudah menjadi negara tujuan pemasaran narkotika dari luar negeri dikarenakan letak geografis yang sangat luas dan banyaknya jalur ilegal sehingga menjadi peluang besar terhadap masuknya narkotika ke Indonesia. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, serta teori Sekuritisasi perspektif dari Barry Buzan et al dalam penelitian ini untuk menganalisis fenomena terkait. Dalam penelitian ini juga dilakukan proses wawancara dengan pihak terkait yaitu BNN. Adapun hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 komponen proses sekuritisasi dalam menangani kasus narkotika yang terjadi di Perbatasan Kalimantan Barat di antaranya. (1) Pada Securitizing Actor, Pemerintah Indonesia melalui BNN dan pihak terkait melakukan sekuritisasi terhadap ancaman narkotika, namun upaya serta temuan di lapangan menunjukkan hasil yang tidak efektif. (2) Pada Speech Act, Pemerintah dan lembaga terkait menegaskan bahwa narkotika merupakan ancaman serius, namun pengimplementasiannya tidak efektif. (3) Pada Referent Object, Pemerintah dan lembaga terkait berusaha meyakinkan kepada objek yang dianggap terancam eksistensinya terhadap kasus narkotika, namun temuan di lapangan tidak berjalan efektif. (4) Pada Audience, Pemerintah Indonesia melalui BNN berusaha meyakinkan audiens terhadap ancaman narkotika, namun dalam pengimplementasiannya tidak efektif. (5) Pada Extraordinary Measures, Pemerintah Indonesia dan BNN mengambil tindakan luar biasa ketika sekuritisasi dikatakan berhasil, namun dalam pengimplementasiannya tidak efektif.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 320 Ilmu politik > 327 Hubungan internasional | ||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Hubungan Internasional S1 | ||||||
| Depositing User: | Sri Yulihartini | ||||||
| Date Deposited: | 24 Apr 2026 07:46 | ||||||
| Last Modified: | 24 Apr 2026 07:46 | ||||||
| URI: | http://36.95.239.66/id/eprint/4938 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
