Yosua, Yosua (2025) Pengelolaan Arsip Dinamis Inaktif DiDinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kota Pontianak. Tugas Akhir thesis, Universitas Tanjungpura.
|
Text (Cover-Bab I)
Cover-Bab1_E0061211029.pdf - Published Version Download (460kB) |
|
|
Text (E0061211029_YOSUA)
E0061211029_YOSUA.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Pengelolaan arsip dinamis inaktif merupakan salah satu aspek penting dalam sistem manajemen arsip yang efisien di sebuah instansi pemerintah. Di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak, pengelolaan arsip dinamis inaktif menjadi bagian integral dari upaya untuk memastikan bahwa arsip yang tidak lagi aktif digunakan tetap terjaga dengan baik, mudah diakses, dan dapat dimanfaatkan jika diperlukan di masa depan. Arsip dinamis inaktif adalah arsip yang sudah tidak dipergunakan dalam kegiatan operasional sehari-hari, namun masih memiliki nilai penting baik dari segi hukum, administratif, maupun sebagai bukti sejarah atau referensi masa depan. Penyimpanan dan pengelolaannya memerlukan perhatian khusus agar arsip tersebut tidak hilang, rusak, atau sulit diakses di kemudian hari. Tanpa pengelolaan yang tepat, arsip yang inaktif dapat mengganggu kinerja organisasi dan menambah beban dalam sistem penyimpanan arsip yang ada. Langkah-langkalh Pengelolaan Arsip Dinamis Inaktif telah berjalan dengan baik dengan adanya langkah-langkah sesuai prosedur seperti pemindahan, pemilahan, pendeskripsian, pengelompokkan, pembuatan skema, pembungkusan, pemberkasan, memasukkan arsip kedalam boks, memasukkan boks arsip ke rak arsip, pemberian label boks arsip.Penyimpanan arsip dinamis Inaktif Di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak berdasarkan Perwa No. 9 tahun 2024 tentang kode klasifikasi, penyimpanan arsip inaktif berdasarkan kode klasifikasi adalah metode penataan arsip yang menggunakan sistem klasifikasi sebagai dasar x pengelompokan dan penyusunan arsip di ruang penyimpanan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak juga melakukan pemeliharaan preventif, seperti pemeriksaan rutin terhadap kondisi fisik arsip, pembersihan berkala, serta penggunaan alat bantu seperti sarung tangan dan masker saat menangani arsip yang rentan rusak. Teknik pemusnahan dilakukan dengan cara yang menjamin kerahasiaan dan keamanan informasi, seperti pencacahan, pembakaran terbatas yang ramah lingkungan, atau metode lain yang sesuai dengan standar kearsipan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak perlu rutin mengadakan pelatihan teknis kearsipan agar pegawai lebih terampil dalam pemilahan, pengelompokan, dan penyimpanan arsip sesuai standar nasional, Kerja sama dengan ANRI dan lembaga pendidikan perlu ditingkatkan untuk menghadirkan pelatihan yang aplikatif serta memperkenalkan inovasi terbaru di bidang kearsipan, Pembinaan internal dan supervisi rutin oleh arsiparis senior diperlukan guna menjaga ketepatan prosedur dan mencegah kesalahan dalam pengelolaan arsip, Pegawai perlu diberikan pelatihan teknologi informasi, mulai dari penggunaan software perkantoran hingga pengenalan aplikasi kearsipan digital, Sarana prasarana pendukung digitalisasi arsip seperti komputer layak, internet stabil, dan ruang kerja yang memadai harus disiapkan untuk menunjang efektivitas pelatihan. Dinas disarankan menyediakan pendampingan teknis berkelanjutan dari tenaga ahli TIK agar transisi menuju pengelolaan arsip berbasis digital dapat berjalan efektif.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||
| Subjects: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 650 Manajemen dan hubungan masyarakat > 651 Layanan kantor | ||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Administrasi Perkantoran D3 | ||||||
| Depositing User: | Sri Yulihartini | ||||||
| Date Deposited: | 24 Apr 2026 02:27 | ||||||
| Last Modified: | 24 Apr 2026 02:27 | ||||||
| URI: | http://36.95.239.66/id/eprint/4912 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
