Pola Imitasi dan Empati Antara Guru dan Siswa Tunarungu (Studi Kasus Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Rasau Jaya Tingkat Sekolah Dasar di Desa Rasau Jaya Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya)

Mila, Vasandita Exsaputri (2025) Pola Imitasi dan Empati Antara Guru dan Siswa Tunarungu (Studi Kasus Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Rasau Jaya Tingkat Sekolah Dasar di Desa Rasau Jaya Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya). Skripsi thesis, Universitas Tanjungpura.

[img] Text (Cover-Bab1)
Cover-Bab1_E1022181053.pdf - Published Version

Download (1MB)
[img] Text (E1022181053_MILA VASANDITA EXSAPUTRI)
E1022181053_MILA VASANDITA EXSAPUTRI.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola imitasi dan empati antara guru dan siswa tunarungu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini yakni kepala sekolah beserta guru-guru yang mengajar di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Rasau Jaya. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa pola imitasi dan empati antara guru dan siswa tunarungu yang terjadi saat pembelajaran kelas berlangsung memiliki pengaruh yang besar bagi mereka. Adanya faktor imitasi dan empati yang kurang baik dapat mempengaruhi proses interaksi saat belajar-mengajar belangsung. Namun guru pengajar selalu mengajarkan proses imitasi dan empati dengan baik agar siswa tunarungu terbiasa dengan Gerakan tangan ketika menggunakan bahasa isyarat, sehingga dalam kemampuan visualnya menjadi terlatih. Guru yang melatih kebiasaan tersebut sehingga siswa dapat mengikuti pembalajaran dikelas dengan baik. Saat teman ataupun orang lain sedang mengalami kesulitan pun anak tunarungu juga memperlihatkan sikap yang baik kepada guru, teman, ataupun orang lain. Dalam melihat pola imitasi dan empati antara guru dan siswa tunarungu di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Rasau Jaya peneliti menggunaka teori yaitu, teori imitasi dalam pemikiran Gabriel Tarde dan teori empati dalam pemikiran Martin L. Hoffman. Imitasi merupakan bentuk dari contoh-mencontoh yang dilakukan antara satu individu dengan individu lainnya dalam semua pergaulan antar manusia, jikalau empati adalah keterlibatan proses psikologis yang membuat seseorang memiliki perasaan yang lebih kongruen dengan situasi diri sendiri. Proses tersebut memungkinkan individu memahami maksud orang lain, memprediksi perilaku, dan mengalami emosi yang dipicu oleh orang lain tersebut

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNomor Induk Mahasiswa (NIM)Email
Mila, Vasandita ExsaputriNIME1022181053UNSPECIFIED
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 300 Ilmu sosial > 302 Interaksi sosial
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi S1
Depositing User: Robiatul Adawiyah
Date Deposited: 24 Apr 2026 03:22
Last Modified: 24 Apr 2026 03:22
URI: http://36.95.239.66/id/eprint/4889

Actions (login required)

View Item View Item