Etik, Sofiyati (2025) Potensi Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) Pada Lahan Tanaman Kelapa Sawit yang Berbeda Umur Di Desa Sungai Ambangah Kabupaten Kubu Raya. Skripsi thesis, Universitas Tanjungpura.
|
Text (Cover-Bab I)
Cover-Bab1_C1051211006.pdf - Published Version Download (162kB) |
|
|
Text (C1051211006_ETIK SOFIYATI)
C1051211006_ETIK SOFIYATI.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Tanah entisol merupakan jenis tanah muda yang belum memiliki horizon tanah yang jelas. Kelapa sawit merupakan komoditas penting yang berkontribusi besar terhadap ekonomi nasional, dan lahan entisol banyak dimanfaatkan untuk perkebunan kelapa sawit di Desa Sungai Ambangah, Kabupaten Kubu Raya. Kesuburan tanah entisol dapat ditingkatkan secara alami melalui pemanfaatan mikroorganisme tanah seperti Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA), yang bersimbiosis dengan akar tanaman dan membantu penyerapan hara, khususnya fosfor, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres lingkungan. Keberadaan dan aktivitas mikoriza dipengaruhi oleh umur tanaman kelapa sawit karena perubahan eksudat akar dan struktur perakaran, serta dipengaruhi pula oleh kondisi lingkungan setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan populasi dan mengkaji keanekaragaman mikoriza vesikular arbuskular pada tanaman kelapa sawit dengan berbagai umur, yaitu 3 tahun, 8 tahun, dan 14 tahun. Metode penelitian dilakukan dengan mengamati kondisi di lapangan dan melakukan analisis di Laboratorium. Penelitian dilaksanakan dari bulan Februari hingga bulan Mei 2025, mulai dari persiapan hingga penyajian hasil akhir. Teknik pengambilan sampel tanah dilakukan dengan menggunakan metode sampel sistematik (sistematik grid sampling) di setiap lokasi. Pengambilan sampel tanah dilakukan di 3 titik pada setiap lahan dengan kedalaman 0-15 cm dari permukaan tanah, dengan jarak 1 meter untuk tanaman kelapa sawit berumur 3 tahun, 1,5 meter untuk tanaman berumur 8 tahun, dan 2 meter untuk tanaman berumur 14 tahun, diambil secara utuh serta mencakup tanah terganggu. Parameter penelitian meliputi analisis sifat biologi dengan mengamati populasi mikoriza dan keanekaragaman jenis mikoriza. Analisis sifat fisika tanah yang mencakup testur tanah, bobot isi tanah, kadar air tanah, kemantapan agregat tanah, suhu dan kelembapan tanah. Analisis sifat kimia tanah, yang meliputi rekasi tanah (pH), karbon organik (C-Organik), nitrogen total (N-Total), dan fosfor total (P-Total). Tahapan penelitian ini meliputi persiapan, survei pendahuluan, pemilihan lokasi penelitian, penentuan titik pengamatan, pengambilan sampel tanah, analisis laboratorium, dan isolasi spora mikoriza vesikular arbuskular menggunakan metode penyaringan basah dan tuang dilanjutkan dengan teknik sentrifugasi sukrosa. Hasil penelitian yang telah dilakukan di lahan tanaman kelapa sawit yang berbeda umur di Desa Sungai Ambangah, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada kedalaman 0-15 cm dari permukaan tanah, menunjukkan perbedaan dalam populasi spora mikoriza. Hasil analisis populasi spora mikoriza vesikular arbuskular terdapat perbedaan jumlah spora yaitu pada lahan tanaman kelapa sawit umur 3 tahun sebanyak 1.026 spora, umur 8 tahun 855 spora, dan umur 14 tahun 1.547 spora. Populasi tertinggi pada umur 14 tahun didukung oleh bobot isi rendah (0,76 g/cm³), kadar air tinggi (72,08%), dan C-organik tinggi (5,43%). Sebaliknya, populasi terendah pada umur 8 tahun disebabkan oleh suhu tanah tinggi (29,6°C), nilai C-organik rendah (4,61%), dan N-total sedang (0,48%). Hasil perhitungan keanekaragaman jenis mikoriza vesikular arbuskular yang diperoleh berdasarkan perhitungan indeks Shannon-Wiener memiliki kategori sedang. Hasil perhitungannya yaitu 2,16 pada umur 3 tahun, 2,02 pada umur 8 tahun dan 2,34 pada umur 14 tahun. Indeks tertinggi pada umur 14 tahun mencerminkan komunitas mikoriza yang kompleks dan stabil, sedangkan indeks terendah pada umur 8 tahun dipengaruhi oleh dominansi genus tertentu (Glomus sp.) dan berkurangnya keseimbangan spesies. Tiga genus mikoriza vesikular arbuskular yang ditemukan di lokasi penelitian adalah genus Acaulospora sp, genus Glomus sp, dan genus Gigaspora sp. Jenis mikoriza dengan populasi terbanyak adalah genus Acaulospora sp dengan 1.990 spora, genus Glomus sp memiliki 998 spora, dan genus Gigaspora sp adalah yang paling sedikit, yaitu 440 spora, dari ketiga lahan tanaman kelapa sawit yang berbeda umur.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||
| Subjects: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 630 Pertanian > 634 Perkebunan, buah-buahan dan ilmu kehutanan | ||||||
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah S1 | ||||||
| Depositing User: | Sri Yulihartini | ||||||
| Date Deposited: | 20 Apr 2026 04:02 | ||||||
| Last Modified: | 20 Apr 2026 04:02 | ||||||
| URI: | http://36.95.239.66/id/eprint/4773 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
