Alawiyah, Alawiyah (2025) Penggunaan Tiga Model Infiltrasi Pada Tiga Penggunaan Lahan Gambut Di Desa Sungai Malaya Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Skripsi thesis, Universitas Tanjungpura.
|
Text (Cover-Bab I)
Cover-Bab1_C1051211035.pdf - Published Version Download (239kB) |
|
|
Text (C1051211035_ALAWIYAH)
C1051211035_ALAWIYAH.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
Lahan gambut di Desa Sungai Malaya sebesar 1.603,13 Ha dan sebagian besar dimanfaatkan untuk kegiatan perkebunan dan pertanian. Lahan gambut merupakan salah satu sumber daya lahan yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, terutama dalam hal penyimpan air dan penyimpanan karbon. Perubahan penggunaan lahan gambut menjadi lahan pertanian dan perkebunan berpotensi memengaruhi sifat fisika tanah, yang pada akhirnya memengaruhi kemampuan tanah gambut dalam menyerap air sebagai fungsi hidrologis. Laju infiltrasi merupakan parameter yang menunjukkan seberapa besar air hujan yang dapat meresap ke dalam tanah. Hasil laju infiltrasi berpengaruh terhadap ketersediaan air bagi tanaman dan menjadi indikator penting dalam upaya mencegah degradasi lahan dan risiko banjir maupun kekeringan di lahan gambut. Infiltrasi yang baik mencerminkan kondisi fisik tanah gambut yang baik juga, ini untuk memastikan keberlanjutan ekosistem lahan gambut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju infiltrasi menggunakan model Horton, Philip dan Kostiakov dan menganalisis perbedaan sifat fisik tanah pada penggunaan lahan karet, nanas dan kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan dari bulan Februari hingga Mei 2025. Penelitian dilakukan di Desa Sungai Malaya Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya pada penggunaan lahan karet, nanas dan kelapa sawit. Pengambilan sampel tanah, pengamatan dan pengukuran laju infiltrasi dilakukan di lapangan dan dilanjutkan dengan analisis sampel tanah di Laboratorium Fisika Dan Konservasi Tanah. Terdapat 5 titik pengamatan yang ditentukan secara diagonal. Pengukuran laju infiltrasi menggunakan double ring infiltrometer. Parameter penelitian ini meliputi kedalaman gambut, kedalaman muka air tanah (MAT), kadar serat gambut, bobot isi tanah, porositas tanah, kadar air kondisi lapangan, kadar air kapasitas lapangan, permeabilitas tanah dan laju infiltrasi. Analisis statistik untuk melihat perbedaaan sifat fisik menggunakan uji ANOVA dan Kruskal-Wallis, uji korelasi Spearman untuk mengatahui hubungan laju infiltrasi dengan sifat fisik tanah serta untuk perhitungan laju infiltrasi menggunakan tiga model persamaan infiltrasi yaitu Philip, Horton dan Kostiakov. Analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan sifat fisika tanah pada ketiga penggunaan lahan kelapa sawit, karet dan nanas. Kemudian dilakukan uji korelasi spearman antara laju infiltrasi dengan sifat fisik tanah, diketahui bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan. Hasil koefisien korelasi kadar serat menunjukkan adanya hubungan negatif sangat lemah, porositas menunjukkan hubungan positif lemah, permeabilitas menunjukkan hubungan positif cukup kuat, bobot isi menunjukkan hubungan negatif kuat dan kadar air juga menunjukkan hubungan negatif yang lemah. Hasil pengukuran di lapangan didapatkan rata-rata nilai laju infiltrasi tertinggi hingga terendah pada lokasi penelitian adalah kebun karet sebesar 126,93 cm/jam, kebun nanas sebesar 122,11 cm/jam dan kebun kelapa sawit sebesar 32,05 cm/jam dengan kriteria sangat cepat. Hal ini menunjukkan bahwa kebun karet dan nanas memiliki kemampuan infiltrasi yang lebih baik dibandingkan kebun kelapa sawit. Rendahnya laju infiltrasi pada lahan sawit disebabkan oleh faktor kepadatan tanah. Analisis perhitungan model didapatkan bahwa rata-rata nilai laju infiltrasi tertinggi hingga terendah sama dengan hasil pengukuran di lapangan dengan kriteria cepat hingga sangat cepat. Setelah dilakukan uji kesesuaian menggunakan Mean Absolute Error (MAE), Root Mean Square Error (RMSE) dan Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) didapatkan model terpilih ketiga penggunaan lahan yaitu model Philip. Hal ini menunjukkan bahwa model Philip dapat diandalkan dalam memperkirakan laju infiltrasi pada tanah gambut.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||
| Subjects: | 500 – Ilmu Pengetahuan > 570 Biologi > 578 Sejarah perkembangan organisme | ||||||
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah S1 | ||||||
| Depositing User: | Sri Yulihartini | ||||||
| Date Deposited: | 20 Apr 2026 04:01 | ||||||
| Last Modified: | 20 Apr 2026 04:01 | ||||||
| URI: | http://36.95.239.66/id/eprint/4770 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
