Parida, Parida (2025) Pengaruh Pemberian Kapur dan Pupuk Kalium Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai Rawit di Lahan Gambut. Skripsi thesis, Universitas Tanjungpura.
|
Text (Cover-Bab I)
Cover-Bab1_C1011211020.pdf - Published Version Download (386kB) |
|
|
Text (C1011211020_PARIDA)
C1011211020_PARIDA.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.), merupakan komoditas sayuran penting di Indonesia, memiliki nilai ekonomi yang signifikan dengan komsumsi tinggi, baik dalam bentuk segar maupun olahan yang sering digunakan sebagai penyedap dan bahan tambahan untuk meningkatkan cita rasa makanan. Beberapa tempat di Kalimatan Barat. Tanaman Cabai Rawit Banyak di budidayakan di lahan gambut, namun lahan gambut sebagai media tanam cabai rawit memiliki banyak kendala salah satunya pH tanah yang cenderung rendah. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan kapur yang berperan untuk meningkatkan pH tanah sehingga tanaman cabai rawit dapat tumbuh serta untuk memacu pertumbuhan buah yang optimal dapat dipacu dengan pemberian pupuk kalium, sehingga pemberian kapur dan pupuk kalium diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan pembungaan tanaman cabai rawit. Pelaksanaan penelitian dilakukan di lahan gambut yang berlokasi di Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Pelaksanaan penelitian ini berlangsung selama kurang lebih 5 bulan dari bulan Januari 2025 sampai dengan Mei 2025. Rancangan penelitian yang digunakan rancangan petak terbagi (Split Plot) yang terdiri atas petak utama (Main Plot), yaitu kapur (K) dan anak petak (Sub Plot) yaitu pupuk kalium (P). Perlakuan (Main Plot) kapur dengan 3 taraf perlakuan yaitu k1 = kapur dolomit 2,16 kg/bedengan setara dengan 10,8 ton/ha (meningkatkan pH tanah menjadi pH 5,64), k2 = kapur dolomit 3,47 kg/bedengan setara dengan 17,3 ton/ha (meningkatkan pH tanah menjadi pH 6,36) k3 = kapur dolomit 4,79 kg/bedengan setara dengan 23,9 ton/ha (meningkatkan pH tanah menjadi pH 6,34), dan perlakuan (Sub Plot) pupuk kalium dengan 3 taraf perlakuan yaitu p1 = pupuk KCl 120 kg/ha setara dengan 2,7 g/tanaman, p2 = pupuk KCl 240 kg/ha setara dengan 5,4 g/tanaman, p3 = pupuk KCl 360 kg/ha setara dengan 8,2 g/tanaman. Dengan jumlah kombinasi 9 dan setiap kombinasi perlakuan terdapat 3 ulangan, setiap ulangan ada tiga sampel sehingga jumlah perlakuan sebanyak 27 satuan perlakuan, ukuran petakan1 m x 2 m dengan jumlah keseluruhan 27 petakan, jumlah tanaman perpetak sebanyak 15 tanaman dengam jumlah keseluran tanaman berjumlah 405 tanaman. Hasil analisis keragaman pada variabel pertumbuhan menunjukkan bahwa perlakuan kapur berpengaruh tidak nyata terhadap variabel tinggi tanaman (2, 3, 4, 5, dan 6 MST), valume akar, berat kering dan umur tanaman berbung. Sedangkan pada perlakuan pupuk kalium berpengaruh tidak nyata terhadap variabel tinggi tanaman (2, 3, 4, 5, dan 6 MST), umur tanaman berbunga. Namun berpengaruh nyata terhadap variabel volume akar, dan variabel berat kering tanaman. Hasil analisis keragaman pada variabel hasil menunjukkan bahwa perlakuan kapur dan pupuk kalium berpengaruh tidak nyata terhadap, jumlah buah, dan berat buah. Hasil analisis keragaman pemberian kapur dan pupuk kalium tidak terdapat interaksi antara kedua perlakuan pada semua varaibel pertumbuhan dan hasil. Hasil uji BNJ menunjukkan bahwa variabel valume akar pada pemberian pupuk kalium 120 kg/ha tidak berbeda nyata terhadap pemberian pupuk kalium 240 kg/ha, dan 360 kg/ha namun pemberian pupuk kalium 240 kg/ha berbeda nyata terhadap pemberian pupuk kalium dengan dosis 360 kg/ha. Hasil uji BNJ menunjukkan bahwa variabel berat kering tanaman pada pemberian pupuk kalium dengan dosis 360 kg/ha berbeda nyata terhadap dosis pupuk kalium 120 kg/ha dan 240 kg/ha, namun pemberian dosis pupuk kalium 120 kg/ha tidak berbeda nyata pada pemberian dosis pupuk kalium 240 kg/ha. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan yaitu: Pemberian kapur dan pupuk kalium, tidak menunjukkan adanya interaksi yang singnifikan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit di lahan gambut. Perlakuan kapur, dengan dosis terendah terbuktik mampu mengingkatkan pH tanah gambut secara efektif. Aplikasi pupuk kalium degan dosis 360 kg/ha memberikan pengaruh nyata terhadap variabel pertumbuhan tanaman, terutama pada volume akar dan berat kering tanaman
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||
| Subjects: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 630 Pertanian > 633 Tanaman persawahan dan perkebunan | ||||||
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agroteknologi S1 | ||||||
| Depositing User: | Sri Yulihartini | ||||||
| Date Deposited: | 16 Dec 2025 03:03 | ||||||
| Last Modified: | 16 Dec 2025 03:03 | ||||||
| URI: | http://36.95.239.66/id/eprint/4408 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
