Pelaksanaan Upacara Adat Ganti Dudok Dalam Perkawinan Masyarakat Dayak Nyadup Di Desa Popai Kecamatan Ella Hilir Kabupaten Melawi

Emelia, Putri (2025) Pelaksanaan Upacara Adat Ganti Dudok Dalam Perkawinan Masyarakat Dayak Nyadup Di Desa Popai Kecamatan Ella Hilir Kabupaten Melawi. Skripsi thesis, Universitas Tanjungpura.

[img] Text (Cover-Bab I)
Cover-Bab1_A1012211025.pdf - Published Version

Download (846kB)
[img] Text (A1012211025_EMELIA PUTRI)
A1012211025_EMELIA PUTRI.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Hukum adat adalah sekumpulan norma, baik yang tertulis maupun tidak tertulis, yang telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat sejak zaman dulu. Di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, masyarakat Dayak yang terdiri atas beragam etnis dan budaya menjalankan tradisi adat yang berbeda-beda. Salah satunya di Desa Popai, Kecamatan Ella Hilir, yaitu masyarakat Dayak Nyadup. Masyarakat ini memiliki tradisi adat dalam upacara perkawinan, termasuk dalam pelaksanaan Adat Ganti Dudok. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, tradisi tersebut mengalami pergeseran, yang menjadi persoalan utama dalam penelitian ini. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah upacara adat ganti dudok dilaksanakan sesuai ketentuan aslinya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan upacara adat ganti dudok, untuk menjelaskan faktor penyebab, akibat hukum dan upaya yang dilakukan oleh Ketua Adat dalam melestarikan hukum adat perkawinan masyarakat Dayak Nyadup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Empiris dan menggunakan Pendekatan Deskriftip untuk memberikan gambaran mengenai nilai suatu variabel secara mandiri, baik satu maupun lebih, tanpa melakukan perbandingan atau mencari hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya, data dan sumber data yang digunakan yaitu data kepustakaan (Liberary Research) dan data lapangan (Field Research) dengan cara mengadakan wawancara dan komunikasi tidak langsung yang dilakukan dengan penyebaran angket pada responden. Hasil yang menunjukkan bahwa pergeseran dalam pelaksanaan upacara adat Ganti Dudok disebabkan oleh faktor sosial dan ekonomi, seperti kesulitan dalam memperoleh perlengkapan tradisional serta tingginya biaya. Adapun akibat hukum dari tidak dilaksaakannya upacara tersebut adalah pemberlakuan sanksi adat, berupa adat pengungkir janji atau adat tidak terduga, yang mengharuskan pihak memperlai pria membayar denda berupa satu ekor sapi dan sejumlah uang. Adapun saran dari penelitian ini kepada masyarakat adat Dayak Nyadup di Desa Popai adalah pentingnya pelestarian upacara adat Ganti Dudok melalui pemertahanan tahapan ritual adat, pemaknaan simbol budaya, pemahaman hukum adat, serta penguatan peran lembaga dan ketua adat agar tradisi tetap hidup di tengah arus perubahan zaman.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNomor Induk Mahasiswa (NIM)Email
Emelia, PutriNIMA1012211025UNSPECIFIED
Subjects: 300 – Ilmu Sosial > 340 Ilmu hukum > 340 Ilmu hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum S1
Depositing User: Rudiarti Rudiarti
Date Deposited: 07 May 2026 04:24
Last Modified: 07 May 2026 04:24
URI: http://36.95.239.66/id/eprint/5049

Actions (login required)

View Item View Item