Melda, Putri Lianti A.W (2025) Respons Tanaman Mentimun Jepang terhadap Pemberian Asam Humat dan Pupuk NPK di Tanah Podsolik Merah Kuning. Skripsi thesis, Universitas Tanjungpura.
|
Text (Cover-Bab I)
Cover-Bab1_C1011201158.pdf - Published Version Download (214kB) |
|
|
Text (C1011201158_MELDA PUTRI LIANTI.A.W)
C1011201158_MELDA PUTRI LIANTI.A.W.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Tanaman mentimun Jepang merupakan komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan membutuhkan kondisi tanah yang subur serta ketersediaan unsur hara yang memadai. Produktivitas tanaman mentimun di Indonesia, termasuk di Kalimantan Barat, menunjukkan adanya penurunan dari tahun ke tahun. Penurunan ini disebabkan oleh berbagai kendala dalam budidaya di lapangan, seperti fluktuasi harga jual dan kurangnya ketersediaan unsur hara dalam tanah. Agar pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun dapat optimal, dibutuhkan pemupukan dengan jenis dan dosis yang tepat. Seiring semakin terbatasnya lahan pertanian produktif, pemanfaatan lahan suboptimal seperti tanah podsolik merah kuning (PMK) menjadi alternatif yang potensial. Namun, tanah PMK dikenal memiliki keterbatasan dalam hal kesuburan, khususnya dalam ketersediaan hara esensial bagi tanaman. Untuk meningkatkan produktivitas lahan ini, diperlukan penambahan bahan amelioran guna memperbaiki sifat kimia tanah. Salah satu bahan amelioran yang memiliki potensi besar dalam perbaikan kesuburan tanah adalah asam humat. Asam humat merupakan bahan organik yang berfungsi mengikat ion logam beracun dan memperbaiki kondisi kimia tanah, sedangkan pupuk NPK menyediakan unsur hara makro esensial bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara asam humat dan pupuk NPK di tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan di Dusun Bengkuang Sari, Desa Kasromego, Kecamatan Beduai, Kabupaten Sanggau pada bulan juni hingga september 2024. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Split Plot dengan 3 ulangan yang terdiri atas dua faktor yaitu asam humat (tanpa dan dengan pemberian) dan dosis pupuk NPK (6 g, 12 g, dan 18 g per tanaman). Variabel pengamatan meliputi berat kering, volume akar, jumlah buah, berat buah per tanaman, berat per buah, panjang buah, dan diameter buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan asam humat dan pupuk NPK 12g/ tanaman
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||
| Subjects: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 630 Pertanian > 631 Teknik khusus, peralatan, dan material | ||||||
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agroteknologi S1 | ||||||
| Depositing User: | Sri Yulihartini | ||||||
| Date Deposited: | 24 Apr 2026 03:17 | ||||||
| Last Modified: | 24 Apr 2026 03:17 | ||||||
| URI: | http://36.95.239.66/id/eprint/4903 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
