Febriana, Febriana (2025) Pusat Seni Lukis Di Kota Pontianak. Skripsi thesis, Universitas Tanjungpura.
|
Text (Cover-Bab I)
Cover-Bab1_D1031201027.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (D1031201027_FEBRIANA)
D1031201027_FEBRIANA.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (8MB) |
Abstract
Seni lukis terus berkembang di Indonesia, termasuk di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Adanya upaya pengembangan seni lukis di Pontianak terlihat dari adanya para pelukis yang cukup aktif, komunitas dan berbagai kegiatan berkaitan dengan seni lukis yang telah dilakukan, seperti kegiatan pameran, pemasaran, seminar, workshop, maupun perlombaan seni lukis. Selain para pelukis konvensional, terdapat juga para pelukis digital di Pontianak yang juga dapat menjadi potensi bagi perkembangan seni lukis digital dan tidak menutup kemungkinan adanya kolaborasi antara pelukis konvensional dan digital. Namun, terdapat permasalahan yang menghambat berkembangnya seni lukis di Pontianak yaitu belum adanya wadah yang memadai bagi para pelukis (konvensional & digital) maupun komunitas. Maka dari itu, diperlukan suatu rancangan yang dapat menunjang potensi dari seni lukis yang ada di Pontianak berupa perancangan pusat seni lukis. Metode pada perancangan ini terdiri dari objek perancangan, jenis data dan teknik pengumpulan data, teknik analisis, dan tahapan perancangan. Ide dan tema yang digunakan yaitu “A Vibrant & Thriving Center” atau “Pusat yang hidup dan berkembang” yang artinya menjadi ruang di mana seni lukis dan komunitasnya berkembang bersama. Pusat seni lukis menjadi tempat yang aktif dan penuh inspirasi, di mana pelukis dan pengunjung dapat saling berinteraksi, belajar, dan menciptakan karya baru dengan beberapa poin yang ditekankan berupa desain yang adaptif, fleksibel, interaktif, dan menarik. Lokasi perancangan berada di Jl. Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat dengan luas tapak ± 12,000 m2 atau 1,2 Ha. Hasil perancangan ini berupa kawasan pusat seni lukis yang adaptif, dengan fasilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan pelukis di Pontianak. Desainnya fleksibel melalui minimnya penggunaan sekat permanen terutama pada area pameran. Aspek interaktif, dengan adanya area plaza taman serta penempatan ruang diskusi dan area komunitas di dekat zona rekreasi untuk mendorong terciptanya interaksi maupun komunikasi. Penggunaan bentuk lengkung dan organik pada bangunan untuk memberikan kesan mencolok. Secondary skin pada fasad bangunan berupa garis-garis dengan pola bergelombang untuk memberikan kesan dinamis dan ekspresif dengan warna secondary skin yang digunakan pada massa lingkaran sebagai titik vokal adalah kombinasi dari warna merah, biru, dan kuning yang merupakan warna dasar dalam teori warna untuk memperkuat identitas visual.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||
| Subjects: | 700 - Seni dan Rekreasi > 720 Arsitektur > 729 Desain dan dekorasi struktur | ||||||
| Divisions: | Fakultas Teknik > Arsitektur S1 | ||||||
| Depositing User: | Rudiarti Rudiarti | ||||||
| Date Deposited: | 20 Apr 2026 03:44 | ||||||
| Last Modified: | 20 Apr 2026 03:44 | ||||||
| URI: | http://36.95.239.66/id/eprint/4806 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
