Annisa, Nurul Ramadhani (2025) Respon Perkecambahan Benih Kopi Liberika Terhadap Beberapa Metode Pematahan Dormansi Benih. Skripsi thesis, Universitas Tanjungpura.
|
Text (Cover-Bab I)
Cover-Bab1_C1011201156.pdf - Published Version Download (528kB) |
|
|
Text (C1011201156_ANNISA NURUL RAMADHANI)
C1011201156_ANNISA NURUL RAMADHANI.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
Abstract
Kopi (Coffea sp.) merupakan komoditas utama perkebunan dengan peluang pasar domestik dan internasional. Indonesia mengekspor kopi ke pasar global, berkontribusi pada devisa negara, dengan produksi mencapai 794,8 ribu ton pada 2022 (BPS, 2023). Benih kopi berkualitas penting untuk pembibitan karena menentukan produktivitas tanaman. Perkecambahan terhambat oleh dormansi, yang dipengaruhi oleh viabilitas biji, kondisi lingkungan, dan upaya pemecahan dormansi. Kopi Liberika dapat berkembangbiak secara vegetatif dan generatif, tetapi perkecambahan generatif terhambat oleh dormansi benih. Metode seperti stratifikasi suhu, skarifikasi mekanik, dan perendaman dalam air hangat atau zat kimia diperlukan untuk mempercepat perkecambahan. Penelitian ini dilaksanakan di screen house UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan Kalimantan Barat, pada bulan Maret hingga Juni 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 Perlakuan yaitu A (Perendaman pada suhu awal (75℃) selama 60 menit diulang selama 7 hari), B (Perendaman dalam air kelapa muda dengan konsentrasi 100% selama 4 jam), C (Perendaman larutan H2SO4 20% selama 25 menit), D (Pengupasan kulit tanduk), E (Penggosokan pada kedua sisi), F (Penusukan kulit dengan jarum pada ujung plumula). Parameter pengamatan yang diamati dalam penelitian ini terdiri atas indeks vigor (%), keserempakan tumbuh (%), daya berkecambah (%), kecepatan tumbuh (%/etmal), panjang radikula (cm), dan panjang plumula (cm). Bedasarkan penelitian yang sudah dialakukan, hasil analisis keragaman pada respon perkecambahan benih kopi Liberika terhadap beberapa metode pematahan dormansi benih menunjukkan bahwa perakuan pematahan dormansi berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan panjang plumula. Sementara pada variabel panjang radikula tidak berpengaruh nyata. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa perlakuan pengupasan kulit tanduk bukan perlakuan yang terbaik dalam mematahkan dormansi namun pertumbuhannya menjadi lebih cepat daripada pelakuan lainnya, pada parameter pengamatan Indeks Vigor yaitu 4,00%. Pada parameter pengamatan keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan panjang plumula perlakuan perendaman suhu awal 75oC tidak lebih baik dari semua perlakuan lainnya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||
| Subjects: | 500 – Ilmu Pengetahuan > 580 Tanaman > 583 Eudikotil dam Ceratophyllum | ||||||
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agroteknologi S1 | ||||||
| Depositing User: | Rudiarti Rudiarti | ||||||
| Date Deposited: | 20 Apr 2026 03:43 | ||||||
| Last Modified: | 20 Apr 2026 03:43 | ||||||
| URI: | http://36.95.239.66/id/eprint/4803 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
