Chaniago, Radisca Alfina (2025) Proses Pengangkatan Anak Menurut Hukum Adat Minangkabau Di Kota Pontianak. Skripsi thesis, Universitas Tanjungpura.
|
Text (Cover-Bab I)
Cover-Bab1_A1011211275.pdf - Published Version Download (429kB) |
|
|
Text (A1011211275_RADISCA ALFINA CHANIAGO)
A1011211275_RADISCA ALFINA CHANIAGO.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Proses pengangkatan anak merupakan salah satu isu yang sangat penting dalam konteks hukum keluarga, terutama di kalangan masyarakat yang memiliki tradisi dan budaya yang kaya, seperti masyarakat Minangkabau. Di Kota Pontianak, yang dikenal sebagai salah satu pusat komunitas Minangkabau di luar Sumatera Barat, praktik pengangkatan anak tidak hanya dipengaruhi oleh hukum adat yang telah ada sejak lama, tetapi juga oleh penerapan hukum positif yang berlaku di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami secara mendalam proses pengangkatan anak menurut hukum adat Minangkabau, serta mengidentifikasi berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya pergeseran dalam praktik pengangkatan anak tersebut. Selain itu, penelitian ini juga berupaya untuk menjelaskan akibat hukum yang mungkin timbul jika pengangkatan anak tidak dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta mengidentifikasi upaya yang dilakukan oleh masyarakat dan pemimpin adat dalam melestarikan tradisi pengangkatan anak. Dengan demikian, penulis merumuskan masalah penelitian sebagai berikut "Bagaimana Proses Pengangkatan Anak Menurut Hukum Adat Minangkabau di Kota Pontianak?". Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum empiris berdasarkan penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan studi kepustakaan. Data yang diperoleh terdiri dari data primer yang diperoleh langsung dari masyarakat Minangkabau di Kota Pontianak, serta data sekunder yang mencakup literatur, peraturan perundang-undangan, dan dokumen terkait lainnya. Analisis data dilakukan secara kualitatif untuk menggambarkan proses pengangkatan anak menurut hukum adat Minangkabau dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran praktik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun proses pengangkatan anak masih melibatkan upacara adat yang kaya makna, masyarakat di Kota Pontianak cenderung lebih mengikuti prosedur hukum positif yang memerlukan dokumentasi resmi dan persetujuan dari pihak berwenang. Pergeseran ini menciptakan tantangan dalam mempertahankan nilai-nilai tradisional yang telah ada, di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat dan pemimpin adat untuk melestarikan praktik pengangkatan anak sesuai dengan hukum adat sambil tetap menghormati dan mematuhi hukum yang berlaku. Hal ini diharapkan dapat menjaga identitas budaya Minangkabau dan memastikan bahwa nilai nilai tradisional tetap hidup dalam praktik sehari-hari masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||
| Subjects: | 300 – Ilmu Sosial > 360 Permasalahan dan kesejahteraan sosial > 362 Masalah dan layanan, kesejahteraan sosial pada sekelompok orang | ||||||
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum S1 | ||||||
| Depositing User: | Rudiarti Rudiarti | ||||||
| Date Deposited: | 02 Apr 2026 07:19 | ||||||
| Last Modified: | 02 Apr 2026 07:19 | ||||||
| URI: | http://36.95.239.66/id/eprint/4616 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
