Angellica, Grecya (2025) Studi Molecular Docking Senyawa Metabolit Aktif Ekstrak Kembang Kol (Brassica oleracea Linn.) Sebagai Antiinflamasi Dan Profil Histopatologi Kulit Luka Bakar Derajat Iii. Skripsi thesis, Universitas Tanjungpura.
|
Text (Cover-Bab I)
Cover-Bab1_I1021211033.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (I1021211033_GRECYA ANGELLICA)
I1021211033_GRECYA ANGELLICA.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
Luka bakar merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan prevalensi mencapai 180.000 kematian/tahun, namun obat luka bakar yang beredar masih sedikit dibandingkan dengan angka kejadiannya. Kembang kol mengandung metabolit aktif utama berupa kaempferol dan kuersetin yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka bakar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak kembang kol dalam mempercepat penyembuhan luka bakar derajat III secara in silico melalui molecular docking dan in vivo melalui profil histopatologi terhadap neutrofil, fibroblas, dan kolagen. Molecular docking dilakukan pada reseptor IL-1β, IL-6, IL-8, dan TNF-α terhadap kaempferol dan kuersetin sebagai senyawa uji, serta diklofenak dan celecoxib sebagai pembanding. Kelompok perlakuan uji in vivo, yaitu kontrol negatif, positif, dosis ekstrak 100, 200, dan 400 mg/kgBB dengan jaringan kulit luka bakar derajat III yang diambil pada hari ke-8 setelah perlakuan. Hasil energi ikatan molecular docking menunjukkan kaempferol, kuersetin, diklofenak, dan celecoxib secara berturut turut dapat berinteraksi terhadap reseptor IL-1β (−6,30, −6,44, −6,45, dan −7,04), reseptor IL-6 (−4,93, −4,41, −6,83, dan −5,44), reseptor IL-8 (−3,91, −4,28, −5,63, dan −3,45), dan reseptor TNF-α (−6,02, −6,48, −6,41, dan −5,55). Pengamatan profil histopatologi menunjukkan ekstrak kembang kol dapat membantu penyembuhan luka bakar derajat III dengan rata-rata neutrofil, fibroblas, dan persentase kepadatan kolagen secara berturut-turut pada setiap kelompok, yaitu kontrol negatif (5,1873; 9,9277; dan 64,8417%), kontrol positif (0,9047; 55,8437; dan 80,9628%), dosis 100 mg/kgBB (3,7321; 34,2179; dan 67,7791%), dosis 200 mg/kgBB (1,7609; 34,2179; dan 71,8682%), dan dosis 400 mg/kgBB (0,9328; 55,0890; dan 80,6314%). Dosis ekstrak kembang kol yang paling efektif dalam mempercepat penyembuhan luka bakar derajat III adalah 400 mg/kgBB.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||
| Subjects: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan > 615 Farmakologi dan terapi farmakologi | ||||||
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Farmasi S1 | ||||||
| Depositing User: | Rudiarti Rudiarti | ||||||
| Date Deposited: | 19 Dec 2025 03:43 | ||||||
| Last Modified: | 19 Dec 2025 03:43 | ||||||
| URI: | http://36.95.239.66/id/eprint/4489 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
