Studi In Silico Dan In Vivo Efektivitas Ekstrak Kembang Kol (Brassica oleracea Linn.) Dalam Mempercepat Penyembuhan Luka Bakar Derajat III

Meylinda, Desy (2025) Studi In Silico Dan In Vivo Efektivitas Ekstrak Kembang Kol (Brassica oleracea Linn.) Dalam Mempercepat Penyembuhan Luka Bakar Derajat III. Skripsi thesis, Universitas Tanjungpura.

[img] Text (Cover-Bab I)
Cover-Bab1_I1021211027.pdf - Published Version

Download (3MB)
[img] Text (I1021211027_DESY MEYLINDA)
I1021211027_DESY MEYLINDA.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (13MB)

Abstract

Luka bakar adalah masalah kesehatan terbesar kedua di Indonesia dengan kategori jenis luka cedera yang obatnya masih terbatas. Kembang kol berpotensi dalam penyembuhan luka bakar karena mengandung senyawa flavonoid yang dapat mempercepat penyembuhan luka bakar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak kembang kol dalam mempercepat penyembuhan luka bakar derajat III melalui studi in silico dan in vivo dengan parameter diameter luka. Uji in silico dilakukan dengan metode molecular docking pada reseptor COX-1, COX-2, TGF-β1, TGF-β2, dan TGF-β3 terhadap senyawa isorhamnetin, kaempferol, kuersetin, dan sianidin. Uji in vivo dilakukan dengan uji farmakologi luka bakar derajat III dan pengamatan selama 8 hari menggunakan jangka sorong. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS. Hasil uji in silico menunjukkan binding energy native ligan, isorhamnetin, kaempferol, kuersetin, sianidin, aspirin, dan celecoxib pada reseptor COX-1 yaitu -4,33; -2,66; -3,19; -2,82; -3,02; -2,71; -3,67 kkal/mol dan naproxen -3,53 kkal/mol, pada reseptor COX-2 yaitu -3,79; -3,04; -3,04; -2,80; -3,11; -3,68; -3,89 kkal/mol dan meloxicam -4,37 kkal/mol, pada reseptor TGF-β1 yaitu -11,07; -6,78; -7,02; -6,60; -6,60; -4,14; -6,73 kkal/mol dan pentoksifilin -5,64 kkal/mol, pada reseptor TGF-β2 yaitu -8,33; -7,47; -7,01; -6,61; -6,58; -4,09; 10,83 kkal/mol dan pentoksifilin -6,07 kkal/mol, serta pada reseptor TGF-β3 yaitu -1,25; -5,17; -5,19; -5,08; -5,15; -4,44; -6,19 kkal/mol dan pentoksifilin -5,23 kkal/mol. Hasil uji in vivo menunjukkan persen kesembuhan pada kontrol positif, negatif, dosis 1, 2, dan 3 berturut-turut 14,20; 32,33; 19,53; 24,12; 30,99% dengan hasil SPSS menunjukkan kontrol positif dan dosis 3 tidak berbeda signifikan. Uji secara in silico dan in vivo menunjukkan hasil korelasi sangat kuat r (0,972). Kesimpulan penelitian ini adalah kembang kol berkhasiat mempercepat penyembuhan luka bakar derajat III.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Creators:
CreatorsNomor Induk Mahasiswa (NIM)Email
Meylinda, DesyNIMI1021211027UNSPECIFIED
Subjects: 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan > 615 Farmakologi dan terapi farmakologi
Divisions: Fakultas Kedokteran > Farmasi S1
Depositing User: Rudiarti Rudiarti
Date Deposited: 19 Dec 2025 03:42
Last Modified: 19 Dec 2025 03:42
URI: http://36.95.239.66/id/eprint/4488

Actions (login required)

View Item View Item